Langsung ke konten utama

Obat Tradisional Usus Buntu Tanpa Operasi


Hafiza By Salma │ Cara Menyembuhkan Usus Buntu tanpa Operasi?, Usus buntu atau appendix dan anak limpa yang dahulu dianggap tidak berguna bahkan merugikan karena berpotensi mengakibatkan radang usus buntu, ternyata mempunyai keutamaan dan manfaat tersendiri. Lewat hasil studi yang dilakukan pakar kedokteran mount sinai school of medicine, justru organ ’sampah’ inilah yang bekerja sangat keras. Usus buntu ialah organ penyimpanan bakteri baik yang menolong sistem pencernaan makanan. busana muslim wanita atasan
Apakah anda pernah mengalami usus buntu? Berikut
Gejala usus buntu :
– Obat Tradisional / Herbal Usus Buntu Tanpa Operasi
– Nyeri otot perut sisi sedang (lebih kurang pusar) yang lantas menjalar keperut sisi kanan bawah.
– Nafsu makan menurun
– Mual dan muntah-muntah
– Sembelit
– Tidak dapat kentut
– Demam tinggi
– Perut terlihat agak membesar
– Merasakan sakit jika perut ditekan, membungkuk, batuk, dsb.
Obat tradisional usus buntu tanpa operasi :
1. Dengan Daun Jambu Keletuk :
Daun jambu batu ( jambu kelutuk ) 10 lembar
arang kayu jati ½ potong jari
air putih satu gelas
cara memproses serta mengkonsumsinya :
Cuci daun jambu batu tersebut sampai bersih
rebus sampai airnya berkurang menjadi ½ gelas
minum air ramuan tersebut, sekaligus
Lakukan perawatan tersebut selama dua hari
2. Dengan Rimpang lempuyang :
Sediakan rimpang lempuyang sebesar ibu jari
5 buah biji adas
pulasari ½ jari
kayu ules sedikit
bawang merah satu siung
satu biji kedawung
buah gelam satu buah
cara memproses serta mengkonsumsinya :
semua bahan ramuan tersebut ditumbuk sampai halus
campur dengan segelas air dan diaduk-aduk sambil diperas-peras
saring lalu ambillah airnya
air perasan ramuan tersebut diminum sekaligus
kerjakan perawatan tersebut secara teratur setiap hari
3. Dengan Lempuyang pahit :
Lempuyang pahit ½ jari
biji adas 7 biji
kayu pulasari ¼ potong jari
kayu ules sedikit
bawang merah siung
biji kedawung ( telah ditunu ) satu buah
buah gelem ( kering ) satu buah
cara memproses serta mengkonsumsinya :
tumbuk semua bahan ramuan tersebut
imbuhkan air satu cangkir
sari ambillah airnya
minum air ramuan tersebut sekalian, lakukan dengan teratur selama dua hari
4. Dengan Rimpang kunyit :
Rimpang kunyit ½ potong jari
asam yang telah lama satu sendok teh
kemenyam putih sebesar biji kapri
garam sedikit
air 5 sendok makan
cara memproses dan mengkonsumsinya :
semua bahan ramuan tersebut ditumbuk
Campurkan air, peras lantas ambillah airnya
minum air ramuan tersebut sekalian, kerjakan dengan teratur selama dua hari.
5. Dengan Bawang sabrang :
Bawang sabrang ¾ jari
madu 2 sendok makan
Cara memproses serta mengkonsumsinya :
bawang sabrang diparut
imbuhkan madu, peras, saring lalu ambillah airnya
minum air ramuan tersebut, 2-3 kali sehari dengan dosis 3 sendok makan
Demikianlah cara menyembuhkan sakit usus buntu dengan obat tradisional usus buntu tanpa operasi. Semoga membantu.
Terima kasih

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sejarah Perkembangan Busana Dan Penjelasannya

Jaman dahulu manusia belum mengenal busana. Pada waktu itu manusia hanya berusaha menghindari diri dari pengaruh lingkungan seperti panas, dingin, gigitan serangga, dsb. Menurut catatan sejarah, manusia berbulu, namun semakin lama bulu tersebut semakin menipis sehingga manusia harus berusaha melindungi diri. Awalnya mereka menggunakan tanah liat, daun-daunan, kulit binatang dan kulit kayu. Pembuatan busana dari kulit kayu memerlukan keahlian tertentu, sebab harus mengetahui jenis kulit kayu yang dapat digunakan untuk bahan busana. Sejarah Awal Bentuk Dasar Busana Nama busana pada awalnya adalah celemek panggul mempunyai bentuk seperti rok yang biasanya dipakai oleh wanita-wanita Yap dan Guamatela di kepulauan Caroline. Bentuk busana ini berasal dari daun pohon kelapa yang dianyam dipakai pada bagian pinggang sampai panggul, sehingga disebut celemek panggul. Selain dari daun kelapa bisa juga berasal dari kulit binatang. Perkembangan selanjutnya adalah Poncho. Bentuknya hampir sama denga...

Menggunakan Sepatu Hak Tinggi Apakah Berdampak Negatif ?

Hafiza By  Salma  │  Perlu anda ketahui, dampak negatif menggunakan sepatu hak tinggi merupakan salah satu hal yang harus anda ketahui dan anda pelajari untuk menjaga kesehatan tubuh anda, terutama pada bagian tulang anda. Seperti yang kita ketahui, saat ini ada banyak seklai model spatu high heels adau hak tinggi yang bisa anda temukan di beberapa pusat perbelanjaan seperti pasar, mall, dan pusat perbelanjaan lainnya. Untuk para wanita mungkin menggunakan sepatu dengan hak tinggi memiliki arti tersendiri bagi kaum wanita yang menggunakannya. Selain bisa membuat anda terlihat tinggi menggunakan sepatu hak tinggi, anda juga bisa terlihat lebih sexy jika menggunakan sepatu model high heels ini. Akan tetapi dibalik sepatu high heels ini ada beberapa dampak negatif yang bisa membuat kesehatan tubuh anda terganggu, terutama pada bagian tulang dan otot tubuh anda. Bagi anda yang ingin mengetahui dampak negatif menggunakan sepatu hak tinggi, berikut kami sajikan ulasan informasi...

Tips Memilih Pakaian Yang Syar’i

Hafiza By Salma │ Bagi wanita muslimah yang ingin selalu tampil modis dan tetap syar’i, berikut ini ada beberapa tips, semoga bermanfaat dan bisa meningkatkan self confidence (percaya diri) Anda juga dapat menjadi trendsetter bagi sekitar Anda. 1. Yang terpenting dalam memilih busana muslim adalah sesuai dengan aturan Islam. Busana Muslim bertujuan untuk menutup aurat dan melindungi tubuh pemakainya dari hal-hal yang bisa mencederai. Oleh karena itu pilihlah busana yang longgar sehingga menyamarkan siluet tubuh. 2. Sebaiknya tidak menggunakan baju ketat yang di double dengan baju lengan pendek, ¾, atau tank top. Jika Anda memilih untuk berbusana muslim maka pilihlah kreasi busana lengan panjang seperti blose lengan panjang. 3. Pilih model dan bahan yang sesuai dengan aktivitas. Jika banyak beraktivitas pilihlah bahan yang menyerap keringat dan tak mudah kusut, yang terdiri dari atasan dan celana panjang. Untuk aktivitas yang lebih banyak diam, Pilihlah penutup kepala/jilbab yang tetap...